Jumat, 27 Maret 2009

Kepemimpinan Mahasiswa

Kepemimpinan adalah satu hal pokok yang tak bisa diabaikan dalam potret kehidupan. Telah tercatat dalam tinta emas sejarah kiprah kepemimpinan dalam beberapa fase kehidupan manusia. Dalam Islam Al-qur’an telah mensinyalir tentang kiprah kepemimpinan para manusia yang luar biasa, Allah telah memperuntukkan bumi ini dan seluruh isinya kepada hambaNya yang beriman.

Sebagaimana kita ketahui Islam adalah satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah SWT sekaligus juga agama yang akan dimenangkan oleh Allah di atas agama-agama dan keyakinan-keyakinan lainnya di muka bumi ini seperti yang telah diterangkan Allah dalam Surat Ash Shaf ayat 9 dan At Taubah ayat 33. Dalam konteks mahasiswa kita berbicara tentang eksistensi para pemuda Islam berperan serta dalam perbaikan umat, KAMMI salah satu dari organisasi mahasiswa Islam yang memperjuangkan kepemimpinan para mahasiswa yang notabene adalah pemuda , dan memang dalam Al-qur’an Isyarat kepemimpinan itu memang lebih banyak tentang kepemimpinan pemuda , ada apa dengan pemuda ? untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu menela’ah satu ayat dalam surat Al-baqarah ayat 247 , ayat ini berkisah tentang keadaan bani israil sepeninggal Musa AS , mereka hidup dalam keadaan tertindas di bawah penguasa yang bernama Raja Jalut , lalu mereka meminta nabinya (para ahli tafsir berbeda pendapat tentang nama nabi ini ada yang mengatakan yusya’ dan ada juga yang mengatakan syamwil) agar berdo’a kepada Allah SWT untuk menunjuk pemimpin yang bisa membawa mereka terbebas dari cengkraman penguasa Jalut, lalu Allah mewahyukan kepada Nabinya agar menunjuk Thalut (seorang pemuda miskin “tafsir Ibnu katsir) sebagai pemimpin mereka , namun mereka menolak kepemimpinan Thalut , dengan alas an dia adalah pemuda miskin , lalu Allah menyanggah argument mereka dengan Argumen ilahy yang mematahkan segala argument mereka yaitu dengan kata “ Innallaha ishthafahu ‘alaikum wa zadahu basthatan fil ‘ilmi wal jismi” yang artinya sesungguhnya Allah telah memilih dia dan mengutamakan dia atas kalian dengan keluasan ‘ilmu dan kekuatan tubuh. Ternyata dua hal yang tak dapat dipisahkan dari karakteristik pemimpin adalah kekuatan ‘ilmu dan kekuatan fisik , dan dua hal ini dimiliki oleh mahasiswa. Dalam perjalanan sejarah kemerdekaan peran pemuda sangat besar dalam mengambil sikap terhadap kevacuman pemimpin yang terjadi setelah tumbangnya jepang dibawah serang sekutu. KAMMI dalam visi telah mencantumkan cita-citanya adalah sebagai wadah permanen untuk menghasilkan pemimpin yang menjadi solusi serta referensi umat. Sosok pemuda sperti ini telah ada dalam sejarah dan aka terus ada , sosok Nabi Muhammad SAW , Thalut , Ibrahim AS , Musa AS , Yusuf AS dan masih banyak lagi para pemuda yang mengukir sejarah dengan tinta emas dalam pentas kehidupan. KAMMI sebagai gerakan intelektual profetik adalah wadah permanent dalam rangka menciptakan pemimpin dengan karakteristik seperti , bara’ bin malik , mus’ab bin umair , zaid bin haritsah , Muhammad al faith, yang menjadi solusi dan referensi umat. Wallahu A’lam bish shawab

Created by : Ibnu Muslim

e-mail . ibnu_muslim_alatsary@yahoo.co.id

3 komentar:

  1. saya setuju dengan statement bahwa pemuda itu yang layak memimpin, tetapi dalam islam juga lebih menekankan kematangan berpikir. ini berdasarkan bahwa nabi Muhammad saw.diutus menjadi rasul dalam umur 40 tahun. nah, karakter pemuda disini adalah pemuda yang mempunyai pikiran yang matang dan pengalaman yang luas jika kita merujuk kepada seorang pemimpin yang arif seperti nabi saw. disamping itu karakter yang paling penting adalah pribadi yang bersosial yang tinggi. dalam hadits ada mengatakan wa khuliq an-nas bi khuluqin aziim..

    BalasHapus
  2. saya setuju dengan statement bahwa pemuda itu yang layak memimpin, tetapi dalam islam juga lebih menekankan kematangan berpikir. ini berdasarkan bahwa nabi Muhammad saw.diutus menjadi rasul dalam umur 40 tahun. nah, karakter pemuda disini adalah pemuda yang mempunyai pikiran yang matang dan pengalaman yang luas jika kita merujuk kepada seorang pemimpin yang arif seperti nabi saw. disamping itu karakter yang paling penting adalah pribadi yang bersosial yang tinggi. dalam hadits ada mengatakan wa khuliq an-nas bi khuluqin hasan..

    BalasHapus
  3. saya sangat setuju dgn stmnt antm, akan tetapi umur 40 itu masih dikategorikan pemuda, antm bisa baca buku2 tafsir tentang pemuda kahfi diantara mereka ada yang menikah dan memiliki anak, Allah menyebut mereka dengn kata2 fityatun aamanuu birabbihaim

    BalasHapus